Sekolah Pasca Sarjana

SPs UPI bertujuan menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga kependidikan dan tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir, dan praktisi  yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b) penguasaan yang mendalam dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti, mengembangkan, merencanakan, dan mengelola pendidikan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya.

Lulusan SPs UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  perkembangan masyarakat, mampu mengembangkan ilmu khususnya disiplin ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya, serta secara terus menerus memotivasi diri sebagai ilmuwan. Profil tersebut dicapai dan dikembangkan melalui serangkaian proses pendidikan yang dilandasi komitmen pada mutu dan relevansi dalam bentuk perkuliahan, diskusi, seminar, penelitian dan penulisan tesis/disertasi.

Status Akreditasi

Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2002 untuk program Doktor (S3) dan tahun 2005 untuk program Magister (S2), semua Program Studi S2 dan S3 mendapatkan status akreditasi A (Unggulan), kecuali Program S2 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program S3 Pendidikan IPS.  Beberapa  Program Studi untuk tahun 2008 sudah dilakukan evaluasi diri dan visitasi oleh Asesor BAN PT tinggal menunggu hasilnya.

Program Studi dan Konsentrasi

Saat ini SPs UPI memiliki 20 Program Studi S2 dengan 46 konsentrasi dan 11 Program Studi S3 dengan 24 konsentrasi. Pada Program S3, pemilihan bidang konsentrasi bersifat fleksibel dan bergantung pada minat mahasiswa, yang dipenuhi melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan.

  1. Program Studi Administrasi Pendidikan

  2. Program S2 Administrasi Pendidikan memiliki tiga konsentrasi : Perencanaan dan Manajemen Pendidikan, Pengembangan SDM, dan Pengawasan Pendidikan. Program S3 memiliki empat konsentrasi : 1. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Tinggi; 2. Kebijakan Pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah; 3. Kebijakan Pengembangan PLS; dan 4. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan.
    Secara umum Program Studi Administrasi Pendidikan mengundang para mahasiswa dan dosen untuk: (a) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan konseptual-teoretis; (b) memperluas, mempertajam, dan memperdalam kemampuan menerapkan konsep/teori sebagai alat deskripsi analisis-prediksi dan sebagai alat dalam memecahkan masalah empiris di bidang administrasi pendidikan; (c) mengembangkan kemampuan untuk menemukan gagasan, konsep, dan metode.

    Dengan fokus utama pada produktivitas pendidikan, kerangka program studi ini antara lain meliputi bahasan tentang kedudukan sekolah, kepemimpinan, status, dan kompetensi tenaga kependidikan, fasilitas sekolah, fasilitas belajar-mengajar, sistem evaluasi, dan keuangan sekolah. Dengan tetap mengarahkan fokus utama pada produktivitas pendidikan, pada tingkat makro dan mikro kerangka program studi ini mencakup analisis sasaran tujuan, artikulasi berbagai nilai yang tersangkut, metodologi atau teknik-teknik yang digunakan, serta proses penyusunan kebijakan dan perencanaan, partisipasi organisasi pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Dibahas pula implikasinya pada kriteria dan ukuran keberhasilannya.

    Lulusan program studi ini diharapkan menguasai disiplin ilmu administrasi pendidikan baik secara umum maupun dalam bidang konsentrasinya serta berusaha mengembangkannya melalui penelitian dan mampu mengalisis, menemukan gagasan, konsepsi, dan metode baru bagi kepentingan pembinaan administrasi pendidikan pada berbagai konteks dan tingkatan.

  3. Program Studi Bimbingan dan Konseling

    Program S2 Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) konsentrasi :  1. Konsentrasi Pendidikan Konselor; 2. Konsentrasi Ilmu Bimbingan dan Konseling; 3. Konsentrasi Tes dan Pengukuran, dan 4. Konsentrasi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Program S3 memiliki 10 (sepuluh) bidang kajian mandiri : 1.  Filosofi dan Etika Konseling; 2. Bimbingan dan Konseling Sekolah; 3. Konseling Karir; 4.  Konseling Keluarga dan Setting Kemasyarakatan; 5.  Konseling Lintas Budaya; 6. Bimbingan dan Konseling Keagamaan di Perguruan Tinggi; 7. Manajemen Bimbingan dan Konseling; 8. Bimbingan dan Konseling Berkebutuhan Khusus; 9. Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan; 10. Tes dan Pengukuran dalam Konseling.

    Secara keseluruhan, Program Studi Bimbingan dan Konseling bertujuan menghasilkan pakar dan praktisi di bidang bimbingan dan konseling yang dapat melaksanakan tugas-tugas profesional sebagai tenaga pengajar, praktisi, peneliti, dan pengembang di lingkungan pendidikan dasar, menengah, pendidikan tinggi, pendidikan luar biasa, serta pada jalur pendidikan luar sekolah (kemasyarakatan). Selaras dengan kecenderungan yang terjadi dewasa ini, melalui bidang-bidang konsentrasi, diberikan pula perhatian terhadap konseling antar-budaya, aplikasi teknologi dalam konseling, tes dan pengukuran, pendidikan untuk pengembangan kreativitas dan anak berbakat, dan pendidikan anak usia dini.

    Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, para lulusan diarahkan untuk: (a) menguasai secara komprehensif prinsip-prinsip, teori-teori, dan aplikasi bimbingan dan konseling baik sebagai ilmu maupun sebagai praktik pelayanan; (b) menguasai secara mendalam landasan-landasan psikologis, pedagogis, antropologis, dan sosiologis bimbingan dan konseling; (c) memiliki keterampilan dalam penelitian dan pengembangan di bidang bimbingan dan konseling; (d) mempunyai keterampilan dan sikap-sikap yang menunjang pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak yang memerlukan, baik pada lingkungan sekolah, keluarga, industri, maupun pendidikan luar sekolah lainnya.

  4. Program Studi Pengembangan Kurikulum

    Program Studi Pengembangan Kurikulum yang dibuka sejak tahun 1968 (untuk jenjang Magister) dan 1978 (untuk jenjang Doktor) memiliki visi menjadi salah satu pusat keunggulan (center of exellence) bagi pengembangan dan penyebarluasan ilmu dan keahlian dalam bidang kurikulum dan pengajaran pada  tingkat  regional,  nasional,  dan  internasional  yang  secara  signifikan  mampu mendorong peningkatan mutu dan kinerja sistem pendidikan di Indonesia. Berdasarkan visi tersebut, maka Program Magister memiliki tujuan menyiapkan peserta untuk menjadi pengembang dan pengelola kurikulum pada tingkat institusional, regional, dan nasional, serta pendidik profesional pada berbagai satuan dan tingkat pendidikan; sedangkan Program Doktor memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam meneliti dan mengembangkan konsepsi, teori, dan metode baru dalam kurikulum dan pengajaran.

    Dalam rangka mencapai tujuan, lulusan program S2 diharapkan memiliki (a) penguasaan ilmu kurikulum dan pengajaran, (b) kemampuan menerapkannya dalam pengembangan kurikulum dan pengajaran pada tingkat regional dan nasional. Lulusan program S3 diharapkan memiliki (a) penguasaan total bidang keilmuan/keahlian dalam kurikulum dan pengajaran, (b) kreativitas dalam melahirkan konsep, pendekatan, dan model kurikulum dan pengajaran, yang menjadikan mereka inovator dan pemimpin dalam bidangnya.

  5. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

    Program Magister (S2)  Pendidikan Luar Sekolah  (PLS) memiliki empat konsentrasi :  Pelatihan dan Pengembangan SDM, Penyuluhan Masyarakat, Pendidikan Kehidupan Masyarakat, dan Pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi :  Pendidikan Orang Dewasa, Pelatihan dan Pengembangan SDM, dan Pendidikan Jarak Jauh.

    Program Magister (S2) PLS bertujuan  menghasilkan pendidik (Pelatihan, pembelajaran, pembimbing), pengelola, penilai, dan peneliti dalam bidang PLS  yang mencakup pendidikan Nonformal (PNF) dan Informal (PIF), Lulusan program PLS diharapkan memiliki  kemampuan sebagai tenaga profesional dengan dilandasi penguasaan konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS beserta aplikasinya dalam berbagai program berdasarkan satuan, jenis, dan lingkup PLS.

    Program  Doktor (S3) PLS bertujuan  menghasilkan ilmuwan, pendidik, pemikir, perencana, peneliti, dan pengembang PLS (Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal) yang menguasai konsep, teori, dan prinsip-prinsip PLS, strategi dan teknologi untuk aplikasi konsep dan teori PLS, serta mampu melakukan inovasi  konsep  dan aplikasinya dalam pengembangan jalur, satuan, jenis, dan lingkup program PLS.

  6. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

    Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki enam konsentrasi : Pendidikan IPS Umum, Pendidikan IPS SD, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Bisnis. Program Doktor (S3) memiliki tiga konsentrasi : Pendidikan Sejarah,  Pendidikan Geografi, dan Pendidikan Ekonomi

    Program Studi Pendidikan IPS bertujuan untuk: (a). Menghasilkan tenaga kependidikan dan tenaga social studies yang profesional dan berdaya saing global; (b). Menghasilkan lulusan yang peka terhadap pembangunan masyarakat dan mampu memecahkan masalah-masalah sosial; (c). Menghasilkan lulusan yang mempunyai integritas tinggi berwawasan holistik, baik selaku individu, anggota masyarakat maupun warganegara Indonesia.

    Dengan kemampuan-kemampuan tersebut, para lulusan diharapkan dapat memiliki : (a). Wawasan dan pengetahuan yang luas serta kepedulian yang tinggi terhadap masalah kependidikan dan masalah sosial budaya; (b). Ahli social studies yang profesional; (c).  Kemampuan yang tinggi sebagai peneliti,

    pengembang, perencana, pengelola dan desiminator ilmu pengetahuan sosial (Social Studies) dan bidang-bidang lainnya yang terkait dengan pembangunan masyarakat; (d). Keterampilan dalam pemecahan masalah-masalah sosial budaya baik di dunia pendidikan maupun non kependidikan; (e). Wawasan ilmiah, edukatif, religius dan berbudaya Indonesia yang unggul.

  7. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

    Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan (IPA) memiliki enam   konsentrasi : 1. Pendidikan IPA SD; 2. Pendidikan Fisika Sekolah Lanjutan; 3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan; 4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan; 5. Pendidikan Lingkungan; dan 6. Pendidikan Ilmu Kebumian dan Antariksa. Program Doktor (S3) tidak memiliki konsentrasi secara eksplisit, namun minat mahasiswa disalurkan melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan Disertasi.

    Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI bertujuan menjadi pusat terkemuka dalam menyiapkan tenaga ahli Pendidikan IPA melalui penelitian, pengembangan dan penyebarluasan teori-teori dan prinsip-prinsip pendidikan IPA, sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang memiliki literasi sains dan teknologi. Program studi ini  akan dikembangkan menjadi pelopor pembaharuan pendidikan IPA.

    Lulusan program studi S2 mempunyai kemampuan akademik maupun profesional dalam Pendidikan IPA, sebagai guru bina, serta selalu berusaha mengembangkan profesionalismenya melalui kegiatan penelitian sesuai dengan bidang konsentrasinya.

    Lulusan program S3  sebagai ilmuwan Pendidikan IPA mempunyai kemampuan mengkaji, menemukan dan mengembangkan teori-teori dan prinsip-prinsip Pendidikan IPA yang inovatif dan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan pendidikan IPA di Indonesia.

  8. Program Studi Pendidikan Matematika

    Program Magister (S2) Pendidikan Matematika memiliki dua konsentrasi : Pendidikan Matematika Sekolah Dasar, dan Pendidikan Matematika. Bidang konsentrasi pada  Program Doktor (S3) tidak dicantumkan secara ekplisit, namun minat mahasiswa diwadahi dalam mata kuliah – mata kuliah Perkembangan Mutakhir dan isu-isu global dalam Pendidikan Matematika, Kajian Mandiri, Analisis Hasil Penelitian Internasional Pendidikan Matematika, dan Penulisan Disertasi.

     Program Studi Pendidikan Matematika bertujuan: (a) menghasilkan lulusan yang mampu mendidik calon guru dan melakukan supervisi kepada guru Matematika di sekolah dasar dan sekolah menengah, serta   menjadi   praktisi   pendidikan   matematika;  (b)  menghasilkan

    peneliti dan pemikir dalam bidang pendidikan matematika; (c) mengembangkan, memutakhirkan, dan menerapkan pendidikan matematika; (d) menyebarkan hasil-hasil penelitian tentang pendidikan matematika dan melakukan kaji tindak untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika.

    Lulusan Program Studi ini diharapkan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemandirian yang kuat, menguasai secara luas dan mendalam bidang pendidikan matematika, mampu mengembangkan konsep pendidikan matematika dan menerapkannya dalam praktik pendidikan, dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan diri serta menyumbangkan kemampuannya kepada dunia pendidikan dan masyarakat luas.

  9. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia

    Sejak tahun 1974 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki visi dan misi untuk tampil sebagai salah satu program yang memiliki keunggulan dalam bidang kebahasaan, kesastraan, metodologi pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra, serta penelitian pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra. Dengan demikian, program ini dapat menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidang pendidikan bahasa Indonesia.

    Visi  Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menjadi salah satu pusat keunggulan (Center of Excellence) dalam pengembangan  dan penyebar Iptek dan penyiapan SDM. Untuk menjangkau tujuan ke depan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia berselaras dengan pengembangan  visi UPI, menjadi pelopor dan unggul (a leading and outstanding) dalam disiplin ilmu pendidikan. Adapun misi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia adalah untuk menyelenggarakan :

    1. Pendidikan doktor kependidkan dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia
    2. Penelitian dan pengembangan keilmuan bahasa dan sastra Indonesia
    3. Penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bdang disiplin dan permasalahan pendidikan/pengajaran bahasa dan sastra Indonesia.

      Selanjutnya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki sasaran, yaitu menghasilkan:
    1. Lulusan doktor kependidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai ilmuan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga profesional yang beriman, bertaqwa, dan profesional.
    2. Temuan dan karya-karya penelitian ilmiah di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

  10. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

    Program Magister dan Doktor  Pendidikan Bahasa Inggris menyiapkan tenaga ahli dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris, yang dapat berperan sebagai pengajar,  pemikir, peneliti dan pengamat yang profesional dan handal di bidang ini dan dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar-mengajar termasuk yang dapat diakses melalui teknologi komputer dan informasi, sehingga penelitian dan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia dapat secara sinambung dikembangkan. Program Doktor  pendidikan Bahasa Inggris dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang memiliki keahlian dan wawasan yang luas mengenai pengetahuan dan pengajaran bahasa Inggris sehinga para siswa di program ini akan menjadi tenaga pengajar yang profesional yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam bidang teori kependidikan Bahasa Inggris dan juga keahlian teknisnya serta menaruh kepedulian untuk menumbuh-kembangkan teori serta praktik kependidikan melalui penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pedagogi Bahasa Inggris.

    Program Magister dan Doktor lulusannya diharapkan dapat memahami metode penelitian dalam pendidikan dan pengajaran Bahasa Inggris dan mempunyai keterampilan untuk meneliti berbagai masalah berkaitan dengan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia khususnya dan kontek lain umumnya. Program Magister dan Doktor diharapkan juga untuk mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan pengajaran Bahasa Inggris mutakhir baik di Indonesia maupun negara lain. Pendidikan Bahasa Inggris untuk konteks Indonesia dengan fokus kepakaran yang unik sesuai dengan tuntutan pendidikan dan pengajaran sebagai suatu disiplin keilmuan, menawarakan tiga opsi fokus kajian kepakaran utama, yang dapat dipilih dari lima rumpun mata kuliah studi mandiri/seminar, yaitu (1) Linguistic Studies, (2) EFL Curiculum/Program Development & Evaluation, (3) Theoretical Models on Second/Foreign Language Acquisition & Teaching, (4) Theretical Models in Translation Studies, and (5) Literacy Studies and Literacy Criticism, (6) Metodologi Penelitian / Research Methodology.

  11. Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang

    Dalam rangka mengantisipasi persaingan dan kerjasama global bangsa Indonesia memerlukan SDM yang tangguh dan memiliki keterampilan berkomunikasi dalam bahasa asing, antara lain bahasa Jepang. Kerjasama ekonomi dan kebudayaan semakin baik antara Indonesia dan Jepang menuntut adanya SDM yang bukan hanya mampu berbahasa Jepang, tapi juga memahami  budaya Jepang.

    Program Studi Pendidikan bahasa Jepang SPs UPI adalah satu-satunya Program Studi yang menyelenggarakan program magister (S2) di Indonesia. Program Studi ini mengemban misi : (1) mencetak lulusan yang berwawasan luas dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap permasalahan pendidikan bahasa Jepang pada khususnya dan pendidikan pada umumnya; (2) menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan bahasa dan budaya Jepang serta memiliki kemampuan mentransfer pengetahuan tersebut kepada orang lain; (3) menghasilkan lulusan yang mampu meneliti dan mengembangkan pendidikan bahasa Jepang; (4) menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengelola dan meningkatkan pelaksanaan  tugas profesionalnya dalam pendidikan bahasa Jepang. Dengan kata lain, program studi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai sikap profesional dalam bidangnya dan

    mampu mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pendidikan bahasa Jepang baik yang bersifat teoritis maupun aplikatif dalam pembelajaran bahasa Jepang.

  12. Program Studi Pendidikan Umum (Pendidikan Nilai)

    Program Magister (S2) Pendidikan Umum memiliki tiga kajian : Pendidikan Nilai, Ilmu Pendidikan Agama, dan Filsafat Pendidikan. Program Doktor (S3) memiliki tiga kajian : Filsafat Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, dan Ilmu Pendidikan Agama

    Program Magister Pendidikan Umum bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan: (a) melakukan pengkajian tentang pribadi manusia Indonesia seutuhnya yakni manusia beriman dan bertaqwa, terintegrasi dan terdidik seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional; (b) mengembangkan kemampuan dalam memahami dan menerapkan berbagai konsep, teori, dan metode baru dalam pendidikan nilai dan watak; (c) merancang dan melaksanakan pembinaan sikap dan nilai pada peserta didik; dan (d) mengaplikasikan teori-teori pendidikan ke dalam praktik pendidikan.

    Program Doktor Pendidikan Umum bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu: (a) menampilkan gagasan-gagasan kreatif yang dapat diterapkan dalam mengembangkan pendidikan pada umumnya dan pendidikan nilai dan watak pada khususnya; (b) melakukan kajian dan penelitian mandiri sehingga mampu menghasilkan temuan-temuan yang bernilai tinggi bagi pengembangan teori dan atau praktik pendidikan nilai dan watak pada jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah
    dengan dilandasi penguasaan yang kokoh terhadap ilmu pendidikan.

  13. Program Studi Pendidikan Olahraga

    Program Magister (S2)  bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berperan sebagai: (a) peneliti, pemikir, dan penganalisis  masalah pendidikan jasmani dan olahraga dalam berbagai aspek dan tingkatannya; (b) pendidik dan pelatih olahraga di berbagai lingkungan pendidikan sekolah maupun luar sekolah; (c) Konsultan atau konselor untuk memberikan layanan dalam pemecahan masalah kesehatan, kebugaran jasmani, pendidikan olahraga, dan prestasi olahraga; (d) pengelola atau manager profesional di bidang pendidikan jasmani dan olahraga, dan  (e) perencana dan ahli desain program dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga kesehatan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Tujuan yang hendak dicapai melalui program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan Spesialisasi Pedagogi Olahraga adalah (mendidik tenaga ahli di bidang pedagogi olahraga yang komprehensif dalam metodologi dan disain penelitian untuk masalah-masalah di bidang pedagogi olahraga; (b) menyiapkan tenaga ahli yang mampu mengembangkan perencanaan program dalam sebuah kesisteman, dan mahir dalam memecahkan masalah-masalah kependidikan dalam konteks keolahragaan, dan (c) menyiapkan tenaga-tenaga pemimpin nasional di bidang pedagogi olahraga dalam konteks pendidikan sekolah dan luar sekolah, di dalam semua kegiatan olahraga dengan intensi kependidikan.

  14. Program Studi Pendidikan Seni

    Program Magister (S2) Pendidikan Seni memiliki tiga  konsentrasi : Pendidikan Seni Musik, Pendidikan Seni Tari, dan Pendidikan Seni Rupa. Pengembangan Magister Pendidikan Seni didorong oleh semangat untuk menghasilkan peserta didik yang mampu mengapresiasi seni dan menghasilkan pencipta seni yang kreatif dan inovatif, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Dalam era globalisasi sekarang ini Indonesia memerlukan pencipta-pencipta seni yang berkepribadian Indonesia yang memiliki integritas tinggi dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisional sebagai akar budaya.

    Program Magister Pendidikan Seni diharapkan mampu menghasilkan tenaga ahli di bidang pendidikan seni untuk memecahkan masalah pendidikan seni secara sistematis melalui kajian disiplin ilmu pendidikan seni dengan pendekatan interdisipliner. Lebih khusus lagi, Program Magister Pendidikan Seni bertujuan (1) menyiapkan pakar pendidikan seni yang memiliki kelayakan mengajar pada jenjang perguruan tinggi, (2) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan seni di masyarakat, dan (3) menyiapkan ahli pendidikan seni yang mampu menggali seni tradisi sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan pendidikan seni di masyarakat.

    Kurikulum Magister Pendidikan Seni  terdiri dari tiga kelompok mata kuliah  : (1) mata kuliah landasan kependidikan, (2) mata kuliah dasar umum bagi ketiga konsentrasi, dan (3) mata kuliah khusus bagi konsentrasi.

  15. Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus

    Kebutuhan bagi peningkatan mutu para profesional dalam bidang pendidikan kebutuhan khusus, termasuk guru-guru dan para administratornya, telah melahirkan keharusan dibukanya Magister Pendidikan Kebutuhan Khusus. Kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 merupakan kebutuhan yang sesuai dengan realitas sosial. Dalam format pengembangan UPI BHMN kehadiran program studi ini tidak lepas dari upaya mengembangkan UPI menjadi Center of Excelence dalam bidang pendidikan khusus yang secara terus-menerus mengembangkan pemahaman baru tentang kebutuhan khusus dalam bidang pendidikan guna mengembangkan layanan pendidikan yang lebih baik bagi semua anak, baik dalam konteks persekolahan maupun non persekolahan.

    Secara khusus misi  program studi ini adalah : (1) Mengembangkan SDM yang memiliki kemampuan mengelola pendidikan kebutuhan khusus, (2) Mengembangkan konsep keilmuan melalui penelitian dan praktek dalam pendidikan kebutuhan khusus, dan (3) Mengembangkan kerjasama yang erat dengan berbagai perguruan tinggi lainnya dan lapangan demi meningkatkan kualitas pendidikan kebutuhan khusus, baik pada tataran dan lingkup nasional maupun internasional.

    Struktur kurikulum Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus untuk S2 ini terdiri atas Komponen Mata Kuliah Landasan Keilmuan dan Pendidikan (10-12 sks), Mata Kuliah Program Studi/Spesialisasi (23-25 sks), dan Tesis (8 sks).

  16. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan

    Pengembangan Program Magister dan Doktor Pendidikan Kewarganagaraan merupakan manifestasi kepedulian Sekolah Pascasarjana UPI terhadap krisis pendidikan, khususnya dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan. Pada dewasa ini, kajian pendidikan kewarganegaraan menuntut  adanya revitalisasi konseptual baik dalam tataran epistemologis, kurikulum pembelajaran, maupun tenaga kependidikannya untuk mempersiapkan tenaga profesional yang berkualitas dalam melaksanakan pendidikan kewarganegaraan di lingkungan pendididikan dasar, menengah dan tinggi. Program   Magister dan  Doktor  Pendidikan  Kewarganegaraan  dirancang  untuk : (1) Menyiapkan tenaga ahli  profesional di bidang Ilmu dan Pendidikan Kewarganegaraan yang didukung dengan kemampuan akademik secara multi/interdisipliner; (2) Menyiapkan tenaga ahli yang mampu melakukan analisis dan pemecahan masalah-masalah politik, hukum, kenegaraan, ekonomi, dan sosial budaya, serta mengembangkan perencanaan program untuk tujuan pendidikan kewarganegaraan; (3) Menyiapkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan dalam penelitian, kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan kebijakan publik di tingkat nasional, regional,  dan internasional; (4) Menyiapkan tenaga ahli pendidikan kewarganegaraan, hukum, dan politik yang profesional dan mampu mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia.

    Program Magister ditempuh dalam 3 (tiga) semester perkuliahan, dan (1) satu semester penulisan tesis. Beban studi 50 sks terdiri atas kelompok mata kuliah : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 10 sks, Program Studi 24 sks, dan Tesis 8 sks. Program Doktor ditempuh dalam (3) semester perkuliahan, dan 2 (dua) semester penulisan disertasi. Beban Studi 48-50 sks bagi yang bidang S2-nya bidang Pendidikan Kewarganegaraan, dan 58-64 sks bagi mahasiswa lintas bidang studi. Kelompok mata kuliah terdiri atas : Landasan Keilmuan dan Pendidikan 8 sks, Program Studi 27 sks, dan Disertasi 15 sks.

  17. Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis

    Pengembangan Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI dalam merespons peluang untuk memperluas wawasan kebahasaan dan kebudayaan Perancis, dan dalam rangka menjawab tantangan pada masa yang akan datang. Misi yang diemban oleh Program Studi ini adalah : (1) Meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme tenaga pengajar Bahasa perancis di perguruan tinggi dan sekolah menengah di Indonesia, dan (2) Menyiapkan dan meningkatkan tenaga profesional serta profesi lainnya yang berkaitan dengan bahasa Perancis.

    Lulusan Jenjang S2 Pendidikan Bahasa Perancis diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) Berpikir kritis dan inovatif bagi pengembangan pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (2) Melakukan penelitian dalam bidang pendidikan bahasa, budaya dan sastra Perancis, (3) Menerjemahkan baik secara lisan maupun tulisan, dan (4) Berpartisipasi secara aktif dalam pertukaran informasi antarlembaga dan antarbangsa, dalam pengembangan bahasa, budaya, dan sastra Perancis.

    Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Perancis terdiri atas mata rumpun kuliah landasan keilmuan dan pendidikan (10 sks) serta mata rumpun kuliah khusus (32 sks). Kedua komponen mata kuliah tersebut diberikan di semester ke 1, 2, dan 3, dan semester 4 difokuskan untuk penulisan tesis (8 sks).

  18. Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

    Pengembangan Program Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan upaya Sekolah Pascasarjana UPI menghadapi tantangan peningkatan mutu tenaga profesional dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan pada jenjang Magister dan Doktor. Program ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan kajian ilmu pendidikan teknologi dan kejuruan yang bertaraf internasional. Program S2 dan S3 ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengembangkan ilmu pendidikan vokasional, meningkatkan mutu pendidikan teknologi dan kejuruan, melalui kajian dan atau penelitian secara profesional.

    Kurikulum Program Magister ini menawarkan beban belajar sebanyak 48 sks   dengan lama studi 24 bulan, dan Program Doktor menawarkan beban belajar sebanyak 50 sks dengan lama studi 36 bulan. Adapun Tesis dan Disertasi diarahkan untuk mengkaji masalah-masalah : Peningkatan kinerja institusi pendidikan teknologi dan kejuruan di kabupaten/kota, peningkatan mutu PBM, pemasaran lulusan SMK dan produk teknologi, dan peningkatan hubungan dan kerjasama antara pendidikan dengan industri.

  19. Program Studi Linguistik

    Pengembangan Program Studi Linguistik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia  merupakan upaya untuk merespon  kebutuhan  untuk mengkaji fenomena kebahasaan dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

    Program Studi Linguistik dirancang khusus agar menjadi wahana pembelajaran yang tepat bagi para calon bahasawan di negeri ini dalam : (1) membentuk landasan yang kokoh dalam  kerangka pengembangan ilmu kebahasaan, (2) menyikapi secara kritis berbagai fenomena kebahasaan yang muncul di lingkungan masyarakat penutur bahasa, (3) membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan bidang kebahasaan, dan (4) mendorong terjadinya pencerahan dan pemberdayaan warga masyarakat penutur bahasa sehingga dapat secara bersama-sama menjadi  warga masyarakat yang kritis dan cerdas dalam melihat fenomena kebahasaan.

    Program Studi Lingistik pada tingkat Magister memiliki beban belajar sebanyak 50 sks yang dirancang untuk dapat diselesaikan dalam rentang waktu 3 semester perkuliahan tatap muka, ditambah sejumlah studi lapangan, dan dilanjutkan dengan penulisan tesis sebagai laporan akhir program.

  20. Program Studi Manajemen Bisnis

    Pembukaan Program Studi Magister Manajemen Bisnis (M2B) pada Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia Badan Hukum Milik Negara (UPI-BHMN) merupakan keputusan stratejik dalam merespon perubahan tuntutan lingkungan dan persaingan. Sejumlah faktor stratejik eksternal menunjukkan pasar program studi magister manajemen dalam bidang bisnis, baik pada sisi input maupun output, sangat dinamis. Dalam hal ini, UPI-BHMN memiliki sumber daya yang sangat potensial untuk meresponnya. Kekuatan utama Program Studi M2B pada SPs UPI-BHMN terletak pada core-business UPI dan learning-curve dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, serta prospek karir program studi ini. Ini merupakan sumber keunggulan program studi tersebut dalam menciptakan, menawarkan, dan memberikan nilai jasa yang superior bagi mahasiswa dan stakeholder lainnya.

    Program Studi M2B memposisikan diri sebagai pusat keunggulan Magister Manajemen Bisnis di Indonesia yang mampu merespon perubahan lingkungan global dan persaingan melalui pendekatan pendidikan. Lulusan memiliki prospek karir sebagai pakar dan praktisi manajemen bisnis pada level manajer yang handal, berpikir dan bertindak stratejik, memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi, serta terampil membangun dan memanfaatkan jaringan kerja untuk tugas-tugas profesionalnya. Mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan ketentuan akademik dan administratif, berhak menyandang gelar Magister Manajemen atau disingkat MM dan berhak melanjutkan studi ke jenjang pendidikan S3/Doktor.

    Program studi ini menawarkan empat konsentrasi kajian, yaitu (1) Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia, (2) Konsentrasi Manajemen Keuangan, (3) Konsentrasi Manajemen Pemasaran, dan (4) Konsentrasi Manajemen Perpajakan. Perkuliahan dilaksanakan untuk 3 semester yang dilanjutkan dengan penulisan tesis di semester ke 4 dengan beban studi keseluruhan sebanyak 48-50 sks.

  21. Program Studi Pendidikan Dasar

    Program Studi Pendidikan Dasar SPs UPI merupakan program magister baru yang dibuka tahun akademik 2006/2007. Tujuan program ini adalah menyediakan tenaga ahli     tingkat magister bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar pada level operasional. Selain itu program ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dasar untuk pendidikan guru anak usia dini (PG PAUD) dan PGSD PGMI pada lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK). Sejalan dengan peningkatan kualifikasi akademik guru TK/RA dengan guru SD/MI sesuai dengan tuntutan perundangan yang berlaku.

    Program magister pendidikan  dasar ini  dikemas dalam  program kuliah sejumlah 50 sks untuk 4 semester. Program studi ini mengembangkan perkuliahan yang mencakup 6 (enam) konsentrasi, yaitu Pendidikan anak usia dini (PAUD), IPS SD, Sains SD, Matematika SD, Bahasa Indonesia SD, dan Pendidikan jasmani dan kesehatan SD. Pola pembelajaran pada program studi berorientasi pada pendekatan terpadu dalam pengembangan disiplin ilmu bidang terkait dan pengembangan kebijakan pembangunan pendidikan dasar dalam sistem pendidikan nasional.

  22. Program Studi Pendidikan Geografi

    Program Magister Pendidikan Geografi UPI dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis, personal, sosial, dan profesional mahasiswa. Lulusan, diharapkan memiliki kompetensi yang komprehensif dalam hal: kemampuan pembelajaran; penguasaan konten, dan kemampuan meneliti terkait dengan pembelajaran. Kemampuan konten geografi yang cukup mendalam, diharapkan membekali lulusan yang bekerja di luar bidang pendidikan.

    Kurikulum dirancang untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang bidang geografi dan sekaligus menerapkannya dalam pembelajaran. Sejumlah mata kuliah (MK) dirancang berorientasi pada kajian pedagogis dan aplikasinya dalam pembelajaran geografi, sedangkan mata kuliah keilmuan geografi selain untuk memperdalam konten geografi juga diarahkan untuk mengembangkan model-model pembelajaran geografi. Total SKS yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sejumlah 48 SKS, yang terdiri atas 8 SKS MK landasan keahlian; 4 SKS MK kuliah pilihan; dan 36 SKS MK Keahlian Utama. Sejumlah MK ini dirancang untuk dapat diselesaikan oleh mahasiswa dalam kurun waktu 18 bulan - 36 bulan.

Dosen

Staf pengajar SPs UPI berjumlah 247 orang dengan kualifikasi Guru Besar dan Doktor serta beberapa staf bergelar Master/Magister yang memberikan asistensi karena keahliannya. Mereka berasal dari UPI dan berbagai perguruan tinggi lain seperti ITB, UNPAD, UGM,  dan UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Dengan keterlibatan dalam interaksi intelektual dangan tenaga pengajar yang berbeda latar belakangnya tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengayaan dari berbagai sumber yang berbeda-beda pemikirannya.

Fasilitas

Sarana/fasilitas penunjang kegiatan akademik yang tersedia di SPs UPI adalah gedung baru  enam lantai dengan fasilitas lift, terdiri atas ruang kantor administrasi, ruang perkuliahan/ujian yang nyaman dilengkapi OHP dan LCD, auditorium, ruang dosen/bimbingan, ruang rapat/diskusi, ruang multimedia, internet access, ruang teleconference, laboratorium komputer, laboratorium olahraga, laboratorium konseling dan kantin. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh para mahasiswa, dosen dan pegawai. Berdasarkan prinsip pemanfaatan bersama (resource sharing), untuk kegiatan praktikum, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di fakultas-fakultas di lingkungan UPI.
Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan teknologi internet untuk menunjang proses pembelajaran, para mahasiswa dilatih dan didorong untuk mampu mengakses internet dan menggunakan fasilitas e-mail untuk berkonsultasi dengan dosen, di mana pun mereka berada.

Sejumlah dosen telah mulai memberikan tugas-tugas perkuliahan dengan mengacu kepada alamat-alamat terpilih di websites dan memberikan konsultasi penulisan tesis dan disertasi serta penyerahan tugas perkuliahan melalui e-mail. Para mahasiswa juga dapat membuka sendiri alamat e-mailnya pada homepage SPs UPI, yaitu di http://sps.upi.edu.

Beasiswa dan Biaya Pendidikan

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tersedia bagi mahasiswa S2 dan S3 yang memenuhi persyaratan, yaitu: (1) tenaga akademik perguruan tinggi berstatus PNS atau tenaga tetap yayasan; (2) memiliki Indeks Prestasi yang baik di S1/S2; (3) mencapai skor yang tinggi dalam tes seleksi masuk; (4) tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain; (5) berumur tidak lebih dari 45 tahun pada saat melamar/diusulkan. Pembatasan umur dimaksudkan untuk mengantisipasi waktu penyelesaian studi dan masa efektif pengabdian lulusan setelah menempuh studi yang dibiayai oleh dana pemerintah.
Di samping itu, mahasiswa yang dapat diusulkan untuk mendapatkan BPPS adalah mereka yang sedang menempuh perkuliahan namun tidak melebihi semester III (angkatan satu tahun sebelumnya).
SPs UPI juga memfasilitasi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan/penelitian dari sumber-sumber lain.  Fasilitasi dimaksud lazimnya berbentuk pemberian informasi dan rekomendasi. Selama ini, berbagai peluang tersedia bagi mahasiswa berbagai peluang yang ditawarkan secara terbuka, baik dalam bentuk hibah maupun berdasarkan kompetisi.

Pada saat ini, dari 2.685 mahasiswa S2/S3 SPs UPI, sekitar sepertiganya, adalah penerima beasiswa/bantuan pendidikan dari BPPS, Ditjen Diklusepa, Proyek PADU, dan Braillo Norway. Puluhan mahasiswa lainnya mendapatkan bantuan dana dari perusahaan-perusahaan, yayasan-yayasan, dan instansi tempat mereka bekerja (perguruan tinggi, BUMN, Pusdiklat, PPPG, BPG, dan Pemerintah Daerah).

Program Kerjasama

SPs UPI menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam upaya memberi kesempatan studi lanjut program S2 dan S3 kepada sejumlah warga lembaga tersebut. Beberapa kerja sama yang telah dan sedang berlangsung di antaranya adalah dengan lembaga-lembaga  berikut ini.

  1. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga  Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan program magister bagi 70 orang tenaga pendidikan di lingkungan P4TK Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung.

 

  1. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palangkaraya (s.d semester genap tahun akademik 2008/2009) dalam rangka peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan STAIN Palang-karaya.
  1. Yayasan Ahsanta Jambi dalam rangka pelaksanaan pendidikan program doktor administrasi pendidikan (selama 6 semester s.d semester genap tahun 2010) jumlah peserta 20 orang.
  2. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program pascasarjana (BPPS) pendidikan program magister pendidikan dasar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang (lanjutan tahun 2006).
  3. Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka pemberian beasiswa program unggulan pendidikan program magister (S2) pendidikan teknologi kejuruan bagi guru-guru SMKN dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang (Empat ratus empat puluh empat juta seratus dua puluh lima ribu rupiah).
  4. Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi guru-guru madrasah dan pegawai di lingkungan kanwil Depag dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang.
  5. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama RI dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister bagi dosen perguruan tinggi di lingkungan Direktorat Diktis Depag dengan jumlah peserta sebanyak 85 orang.
  6. Pemerintah Provinsi Riau dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  7. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  8. Pemerintah Kota Batam dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister dan doktor.
  9. Pemerintah Kabupaten Yopen Waropen dalam rangka pelaksanaan pendidikan program magister

Kerjasama lainnya:
Meskipun tidak melalui kerjasama formal, ada beberapa kecenderungan yang perlu dicatat pada latar belakang/asal mahasiswa SPs UPI. Kecenderungan yang dimaksud, antara lain, adalah bahwa jumlah mahasiswa S2/S3 dari kalangan dosen IAIN/STAIN meningkat tajam selama lima tahun terakhir. Di samping itu, terdapat puluhan mahasiswa yang dibiayai oleh lembaganya, antara lain dari kalangan instruktur/widyaiswara BPG dan LPMP, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, dan sejumlah BUMN; sementara instansi lain yang secara berkelanjutan mengirimkan mahasiswa tugas belajarnya adalah Pemda Riau, aceh dan lampung.  Dalam era otonomi Daerah kerjasama banyak dilakukan dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten.

Kerjasama Luar Negeri:
Dalam pengembangan program, selama 15 tahun terakhir, SPs UPI menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui tukar menukar tenaga pengajar, kerjasama penelitian dan informasi keilmuan, dan kegiatan akademik lainnya. Di antaranya adalah Ohio State University, State University of New York (Albany), University of Houston, University of San Fransisco, Deakin University, La Trobe University, University of Twente, University of Groningen, dan UPSI Malaysia, University Oslo Norway. Pada saat ini Asia Link menfasilitasi kerjasama dengan universitas di Asia dan Eropa.

Profil Mahasiswa
Pada tahun akademik 2007/2008, jumlah mahasiswa SPs UPI sebanyak 2.685 orang, terdiri atas 1.828 mahasiswa S2 dan 857 mahasiswa S3. Latar belakang mereka beragam: dosen, guru, instruktur diklat, pengelola dan pelaksana pendidikan di berbagai tataran mulai satuan pendidikan hingga pengambil keputusan tingkat lokal dan nasional, anggota legislatif, aktivis LSM, wartawan, serta ibu rumah tangga.
Meskipun belum cukup signifikan, saat ini ada sejumlah mahasiswa asing belajar di SPs UPI, yaitu dari Malaysia, Thailand, dan Jepang. Pada beberapa tahun ke depan, pengembangan program di SPs UPI akan juga diarahkan pada upaya mengakomodasi minat mahasiswa internasional melalui pilihan program yang tersedia, baik dengan menggunakan pengantar bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar ke SPs UPI cenderung meningkat hingga mencapai sekitar 1942 orang dengan latar belakang yang semakin beragam. Mereka terdiri atas pendaftar untuk program reguler, non reguler, dan program kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.
Pada saat ini, mahasiswa SPs UPI berasal dari sekitar 70 jenis latar belakang yang berbeda. Perkembangan lain ialah pada beberapa tahun terakhir, semakin meningkat mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan tetap karena mereka langsung melanjutkan ke S-2 setelah lulus S-1 dengan biaya sendiri.

Penelitian dan Pengembangan
Dalam rangka peningkatan mutu melalui peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian secara komprehensif dan terpadu, SPs UPI menyelenggarakan penelitian dan pengembangan. Di antaranya, mulai tahun 1997/1998 terdapat lima paket proyek penelitian yang terdiri atas empat paket URGE (University Research for Graduate Education) dan satu paket RUT (Riset Unggulan Terpadu).
Topik-topik penelitian tersebut adalah: (1) Pengembangan Sistem Manajemen dan Peningkatan Mutu Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata,M.Pd.); (2) Pemberdayaan Sistem Perencanaan dan Manajemen Sekolah untuk Meningkatkan Mutu Kinerja Sekolah (Prof. Dr. Abin Syamsudin Makmun, M.A.); (3) Pengembangan Model Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata); (4) Pengembangan Model Pengajaran IPA di SD dan bagi Guru SD (Prof. Dr. Achmad A. Hinduan, M.Sc.); (5) Model-model Kurikulum SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi (Prof. Dr. Mulyani Sumantri, M.Sc.), dan (6) Pengembangan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi pada Siswa Sekolah Menengah dan Mahasiswa Strata 1 melalui Berbagai Pendekan Pembelajaran (Prof. Dr. Utari Sumarmo). Penelitian sejenis ini juga dilakukan dengan berbagai sumber biaya, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Proyek-proyek penelitian tersebut melibatkan puluhan dosen dan mahasiswa S2/S3 dan secara signifikan telah berhasil mempercepat masa studi mahasiswa yang terlibat serta meningkatkan mutu dan jumlah lulusan S2 dan S3.
Di samping itu, para dosen SPs UPI juga melibatkan para mahasiswa yang dibimbingnya ke dalam berbagai kegiatan penelitian dan survei lapangan untuk berbagai topik penelitian. Hal ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mempraktikkan berbagai metode penelitian yang didapatnya dalam perkuliahan, termasuk dalam pengembangan dan validasi instrumen penelitian, pengumpulan data hingga analisis dan penulisan pelaporan.

Kemahiran Berbahasa Inggris
Dalam upaya peningkatan mutu, SPs UPI menetapkan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki kemahiran berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language)   450, dan untuk S2 Pendidikan Bahasa Inggris   500. Pelaksanaan tes bekerjasama dengan Balai Bahasa UPI.
Mahasiswa yang belum mencapai skor yang dipersyaratkan, dianjurkan untuk mengikuti TOEFL preparation course yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa UPI. Untuk mencapai skor dimaksud, dapat juga mahasiswa belajar sendiri atau mengambil kursus di tempat lain, namun skor TOEFL yang diakui adalah yang dikeluarkan oleh Balai Bahasa UPI, lembaga penyelenggara TOEFL di perguruan tinggi atau lembaga yang dikenal kredibel, dan TOEFL Internasional. Masa berlaku skor TOEFL maksimal 2 tahun sejak skor diperoleh. Ketentuan ini berlaku juga bagi mahasiswa S3 yang ketika menempuh program S2 belum mencapai skor yang dituntut tersebut.

 

Nama UnitNo. Ekstensi
Direktur SPs41001
Ass Direktur I41002
Ass Direktur II41003
Keuangan41004
Aset dan Fasilitas41005
Staff Direktur41006
Staff Direktur41007
Ruang Rapat41008
Akademik dan Kemahasiswaan SPs41151 s/d 41156
SDM dan Keuangan41157 s/d 41161
Ketua Prodi M2B41009
Magister Managemen Bisnis41010
Sekertaris Prodi M2B41011
PKN41012
Ketua Prodi Pend Kewarganegaraan41013
Staff Prodi Pend Kewarganegaraan41014
Sek Prodi Pend Kewaarganegaraan41015
Staff Prodi Pend Kewarganegaraan41016
Ketua Prodi Pend Matematika41017
Sekertaris Prodi Pend Matematika41019
Lobi/Informasi41021
Lobi/Informasi41022
Staff Prodi Pend IPA41023
Ketua Prodi Pend IPA41024
Staff Prodi Pend Seni41025
Ketua Prodi Seni41026
Staff Prodi Bhs Inggris41033
Ketua Prodi Bhs Inggris41034
Staff Prodi Pend Bhs Perancis41035
Ketua Prodi Pend Bhs Perancis41036
Staff Prodi Pend Bhs Jepang41037
Ketua Prodi Pend BHS Jepang41038
Prodi Pend Olah Raga41177
Prodi Pend Adpend41179
Prodi Pendidikan Kurikulum41180
Prodi Pendididkan IPS41181
Prodi Pendididkan PLS41182
Prodi Pendididkan Bhs Indonesia41183
Prodi Pendididkan Umum dan Nilai41184

TAUTAN

Beranda | Peta Situs | Kredit   UPI on  
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Telp: +62-22-2013161/4 Fax: +62-22-2013651
Copyright © Universitas Pendidikan Indonesia 2013.