Sejarah • Visi Misi • MultiKampus • Pengembangan Kampus • Lembaga • Lokasi Rektorat • Senat Akademik • MWA • Dewan Audit FIP • FPIPS • FPBS • FPMIPA • FPTK • FPOK • Sekolah PascaSarjana Diploma • Sarjana • PascaSarjana • Kalender • Kurikulum SPMB • Non-SPMB • Mahasiswa Internasional Pusat Pembelajaran • Teknologi Informasi • Layanan Mahasiswa • Olahraga dan Seni • Sarana Umum Kemahasiswaan • Penalaran • Minat dan Bakat • Organisasi Kemasyarakatan Intern UPI • PT Dalam Negeri • PT Luar Negeri • IMSTEP-JICA • Program Pengembangan Dosen
Non Guru Besar • Dual Modes

UPI bekerjasama dengan National Center for Australian Studies Monash University, Australia membuka Australian Studies Centre (Pusat Kajian Australia) di Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI sebagai perwujudan program Internasionalisasi di UPI. Peluncuran program ini bertepatan dengan Dies Natalis UPI ke-54 yang dihadiri oleh Michael Bliss (Perwakilan Australian Embassy Jakarta) dan Professor Rae Frances (Dean of Arts Monash University).
Dalam acara Dies Natalis UPI ke-54 perwakilan Australian Embassy Jakarta akan menyerahkan sertifikat Macquirinet kepada Rektor UPI. Sertifikat tersebut dapat digunakan untuk mengakses jaringan perpustakaan online di Macquarie University, Australia. Hal ini merupakan kesempatan yang bagus bagi sivitas akademika UPI karena UPI merupakan universitas pertama yang mendapatkan fasilitas ini dari 15 universitas di Indonesia yang direncanakan akan mendapatkan fasilitas serupa melalui skema hibah kompetisi yang diselenggarakan oleh Australian Embassy Jakarta.
Tahap pertama program kerja sama UPI dengan Monash University diarahkan pada penyusunan kurikulum pendidikan, serta pengadaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Direncanakan pada tahun 2011 Pusat Kajian Australia ini sudah melakukan penerimaan mahasiswa baru dan diharapkan berkembang pada Twinning Program antara UPI dan Monash University.
Respon atas pendirian Pusat Kajian Australia di UPI ini muncul dari beberapa lembaga pemerintah. Departemen Luar Negeri Republik Indoneisa akan memanfaatkan keberadaan Pusat Kajian Australia UPI ini untuk pendidikan calon diplomat muda yang akan belajar mengenai Australia. Lemhanas pun tertarik untuk mengirimkan stafnya yang akan mempelajari kajian wilayah Australia ke UPI. Dengan adanya respon yang positif ini diharapkan dapat menjadi pembuka untuk mewujudkan kerja sama serupa dengan universitas-universitas yang memiliki reputasi internasional.